7 Efek Buruk Soda Terhadap Kesehatan Dirimu


Semua orang suka meminum minuman ringan yang mengandung berbagai macam rasa dan varian. Tapi pernahkah kamu berpikir bagaimana efek meminum soda terhadap kesehatan dirimu?

Efeknya tentu saja.... Buruk.

Soda adalah minuman berkarbonasi, sering disebut juga minuman ringan. Proses karbonasi dan meminum air yang berkarbonasi sebenarnya tidak memiliki masalah terhadap kesehatan dirimu, akan tetapi minuman ringan yang biasanya dijual dipasaran sudah mengandung banyak sekali gula.

Gula yang ada pada minuman bersoda inilah yang menjadi penyebab umum kenapa soda itu tidak baik untuk kesehatanmu.

Dan kalau kamu berpikir "palingkan ditambahin gulanya sedikit saja?" kamu salah.

Gula yang ada di beberapa minuman bersoda yang dijual bebas dipasaran sangatlah tinggi. 1 Kaleng dari coca-cola saja sudah 39 gram gula yang setara dengan 10 sendok teh gula! 

Hal ini bahkan tertulis di website resmi mereka, kamu bisa mengeceknya disini.


Selanjutnya mari kita bahas, bagaimana efek soda yang mengandung gula ini pada dirimu.

Pembahasan dibawah mengarah pada minuman bersoda yang mengandung gula, untuk air soda yang tidak mengandung gula atau sparkling water akan dibahas di akhir artikel.



1. Soda Tidak Menghilangkan Rasa Haus dan Meningkatkan Berat Badan

7 Efek Buruk Soda Terhadap Kesehatan Dirimu


Normalnya jika kita minum air, maka perut kita akan terasa penuh dan rasa haus kita akan hilang.

Tetapi soda yang mengandung gula tidak demikian.

Sehingga kamu akan terus merasa haus dan akan terus meminumnya. Terus meminum minuman ringan ini menyebabkan kamu terus mengonsumsi gula kedalam tubuh, gula yang berlebih ini dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Gula yang ada di soda terdiri dari Glukosa dan Fruktosa.

Sementara glukosa itu baik dan bisa dicerna menjadi energi didalam tubuh, beda ceritanya dengan fruktosa.

Glukosa yang masuk kedalam tubuh akan diproses oleh sel-sel tubuh untuk menjadi energi, ketika tubuh sudah mulai memproses banyak glukosa, maka hormon yang menimbulkan rasa lapar yaitu ghrelin akan berkurang sehingga membuat kamu merasa kenyang dan berhenti makan dan minum.

Tetapi, fruktosa yang masuk kedalam tubuh tidak demikian, sehingga walau sebanyak apapun kamu meminum soda yang mengandung banyak fruktosa kamu tidak akan merasa full.

Hal ini menyebabkan kamu jadi makan dan minum lebih banyak, penelitian dari Purdue University, Amerika Serikat memperlihatkan bahwa orang yang sering meminum soda bergula mengkonsumsi lebih banyak kalori.

Jadi bisa menyebabkan berat badan kamu naik, bahkan beresiko obesitas.

2. Gula Pada Soda Berubah Menjadi Lemak

7 Efek Buruk Soda Terhadap Kesehatan Dirimu


Mungkin kamu penasaran apa yang terjadi dengan fruktosa ketika dia masuk kedalam tubuh?

Glukosa ketika masuk kedalam tubuh akan diserap oleh sel-sel tubuh, hampir semua sel-sel tubuh membutuhkan glukosa yang kemudian diubah menjadi energi.

Sedang fruktosa hanya bisa dicerna oleh satu organ tubuh saja, hati.

Fruktosa yang banyak masuk kedalam tubuh akan diubah oleh hati menjadi lemak, sebagian lemak akan dikirim ke aliran darah menjadi trigliserida dan kelebihan lemak disimpan di hati kemudian akan mengarah kepada penyakit berbahaya Penyakit Hati Berlemak non-Alkohol.


3. Minuman Ringan dengan Gula Bisa Menyebabkan Perut Buncit

7 Efek Buruk Soda Terhadap Kesehatan Dirimu


Level fruktosa yang tinggi juga bisa meningkatkan lemak yang ada perutmu, yang dikenal dengan visceral fat. 

Hal ini bisa menyebabkan berat badan kamu meningkat, yang juga berhubungan dengan kemungkinan beberapa penyakit lainnya seperti gangguan pada jantung dan diabetes tipe 2 berdasarkan penelitian.

Jadi jika kamu mempunyai perut buncit dan sering meminum soda, mungkin sudah saatnya kamu berhenti, kamu bisa rajin berolahraga untuk menurunkan perut buncitmu.


4. Gula Pada Soda Dapat Menyebabkan Resisten Insulin

7 Efek Buruk Soda Terhadap Kesehatan Dirimu


Insulin adalah hormon yang membuat glukosa masuk kedalam sel tubuh.

Namun ketika kamu sering meminum minuman ringan yang mengandung banyak gula, hal ini bisa menyebabkan dirimu menjadi kurang sensitif pada efek dari insulin.

Ketika hal ini terjadi, maka tubuhmu akan berusaha keras untuk meningkatkan insulin dalam tubuhmu agar glukosa bisa diubah menjadi energi. Membuat tingkat insulin ditubuhmu meningkat.

Kondisi ini dikenal dengan resistensi insulin. 

Resistensi insulin dikenal sebagai salah satu alasan terbesar terjadinya penyakit diabetes tipe 2 dan beberapa penyakit jantung.


5. Minuman Ringan Bergula Tidak Mengandung Nutrisi Esensial Apapun

7 Efek Buruk Soda Terhadap Kesehatan Dirimu


Ketika kita meminum suatu minuman, atau memakan suatu makanann yang kita cari adalah nutrisinya.

Sementara beberapa makanan alami seperti sayuran dan buah-buahan mengandung banyak nutrisi, pernahkah kamu mencari tahu nutrisi apa yang terkandung di botol soda yang sedang kamu minum?

Jika kamu mencari tahu dengan baik kamu tidak akan menemukan adanya vitamin, tidak ada mineral dan tidak ada fiber.

Jadi apa yang ada didalam kaleng soda?

Yang ada didalam minuman ringan adalah gula dan kalori berlebihan yang tidak kamu perlukan.


6. Gula Pada Soda Menyebabkan Resistensi Leptin



Leptin adalah hormon yang mengatur banyaknya jumlah kalori yang kamu makan dan yang dibakar oleh tubuh.

Perubahan pada leptin dapat menyebabkan kamu kelaparan atau kekenyangan, saat ini leptin disebut juga sebagai hormon lapar dan kenyang.

Ketika kamu meminum banyak soda bergula, maka kamu akan kehilangan sensitifitas terhadap leptin, membuat dirimu tidak lagi menerima signal lapar dan kenyang dengan baik dan benar.

Hal ini berdasarkan penelitian dari Soonchunhyang University College of Medicine, Seoul, Korea, dapat meningkatkan berat badan secara signifikan.

Hal ini juga bisa mempengaruhi pola makanmu.


7. Soda Yang Mengandung Gula Menimbulkan Efek Ketergantungan



Ketika kamu meminum soda berlebih, otak kamu akan melepaskan dopamin atau dopamine release, membuat kamu merasakan kenikmatan yang hakiki.

Otak kamu cenderung menyukai aktivitas-aktivitas yang menyebabkan dopamine release.

Sehingga akan menimbulkan efek ketagihan hingga ketergantungan.

Bahkan penelitian dari Harvard Medical School, menunjukan bahwa efek ketagihan gula sama dengan efek ketagihan beberapa narkoba.

Jadi jangan sampai ketagihan soda ya.



Bagaimana Dengan Minuman Bersoda Dengan Label 'Diet' ?



Mungkin kamu pernah melihat minuman ringan dengan label 'diet' yang beriming-iming tanpa gula yang bisa meningkatkan berat badan, sehingga lebih sehat.

Diet coke dan sejenisnya sebenarnya menggunakan gula sintesis atau gula buatan. Dengan pemahaman bahwa gula buatan tidak bisa dicerna dalam tubuh maka sama saja dengan tidak mengandung gula dan tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

Gula buatan yang biasa digunakan adalah aspartam atau sakarin. 

Penelitian dari University of Miami membuktikan bahwa tidak ada bedanya efek gula buatan pada minuman bersoda dengan label diet dibandingkan dengan soda biasa.


Bagaimana Dengan Air Bersoda, Air Berkarbonasi dan Sparkling Water?



Air bersoda, Air berkabonasi dan Sparkling Water tanpa tambahan gula baik untuk dirimu.

Bahkan CDC dari Amerika menyarankan kepada warga masyarakat yang sudah kecanduan soda untuk meminum sparkling water sebagai alternatif soda bergula dan diharapkan bisa menurunkan rasa ketergantungan.

Sparkling Water yang kamu minum tidak harus tawar. Sparkling water bisa ditambahkan beberapa ekstrak buah dan mineral untuk menimbulkan rasa.

Kalau kamu mau membeli sparkling water kemasan, pastikan isinya benar-benar air dan soda saja. Pastikan tidak ada tambahan gula, kafein, gula buatan dan sodium.


Akhir Kata

Akhir kata sudah jelas sekali yah bahwa soda yang mengandung gula itu sangat tidak baik untuk dirimu, jadi usahakan untuk mengurangi mengonsumsi soda seperti coca-cola, fanta dan sprite.

Buat kamu yang sudah kecanduan soda, silahkan beralih ke sparkling water yang lebih sehat.

Jika ada yang ingin kamu tambahkan silahkan tambahkan di kolom komentar, dan jangan lupa bagikan artikel ini ke temanmu yang suka minum minuman ringan ya! terima kasih.

Referensi:
Bomback, A.S., Derebail, V.K., Shoham, D.A., Anderson, C.A., Steffen, L.M., Rosamond, W.D. and Kshirsagar, A.V., 2010. Sugar-sweetened soda consumption, hyperuricemia, and kidney disease. Kidney international, 77(7), pp.609-616.

Mahmood, M., Saleh, A., Al-Alawi, F. and Ahmed, F., 2008. Health effects of soda drinking in adolescent girls in the United Arab Emirates. Journal of critical care, 23(3), pp.434-440.

Tordoff, M.G. and Alleva, A.M., 1990. Effect of drinking soda sweetened with aspartame or high-fructose corn syrup on food intake and body weight. The American journal of clinical nutrition, 51(6), pp.963-969.